Pemkab Berau Gelar Pelatihan Guru TPA Ustaz Ustazah se-Kabupaten Berau
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Keseriusan Pemkab Berau dalam memberikan perhatian kepada Ustaz dan Ustazah sebagai tenaga pendidik khususnya guru mengaji di Taman Pembelajaran Al Qur’an (TPA) tidak terbatas pada meningkatkan kesejahteraan saja, namun juga peningkatan mutu dan kualitas bagi pendidikannya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau,
Muhammad Said memberikan apresiasi bagi ustaz dan ustazah yang selama ini telah
memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat kepada anak didik di TPAnya
masing-masing.
“Hasilnya dari peran dari para
guru mengaji kita sudah bisa lihat, dari murid-murid di TPA yang ada di Kabupaten
Berau mendapatkan hasil yang memuaskan,” kata Said saat memberikan sambutan sekaligus
membuka pelatihan Ustaz dan Ustazah TPA se-Kabupaten Berau 2024, di Ruang Rapat
Sangalaki, Sabtu (16/11/2024).
Menurut Said proses yang diajarkan
oleh Ustaz dan Ustazah tidak mengkhianati
hasil, terbukti di tahun 2024 ini, mendapatkan juara-juara di tingkat Provinsi
Kalimantan Timur dalam beberapa event festival.
“Alhamdulillah perwakilan dari
Kabupaten Berau terlahir berhasil mengukir prestasi di tingkat Provinsi hingga
Nasional,” ucap Said.
Lebih Lanjut, ia juga memaparkan
komitmen pemerintah terkait insentif guru mengaji dinaikan, sesuai dengan janji
Bupati lalu. Tercatat, pada tahun 2022, guru Taman Pendidikan Alquran
(TPA) mengalami peningkatan honor, dari
Rp500.000/bulan menjadi Rp750.000, sedangkan Imam Masjid meningkat dari
Rp1.000.000 menjadi Rp1.250.000.
"Peran rohaniawan sangat
penting dalam menegakkan syariat agama dan menjaga moral masyarakat. Sehingga
penting bagi pemerintah untuk hadir mendukung para penegak akidah tersebut
secara berkala," bebernya.
Sementara itu, Ketua Badan
Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Berau, Abdurrahman,
mengatakan Kegiatan Diklat ini sanggatlah penting mengingat ini salah satu
metode untuk menambah ilmu dan wawasan bagi para pejuang dalam pendidikan
alquran yang di ikuti sesi ujian yang
nantinya bisa menjadi tolak ukur kelayakan ustaz ustazah dalam tugasnya
sebagai seorang pengajar di Taman Pendidikan Alquran.
"Tentu diklat ini sebagai
wujud peningkatan SDM bagi para pendamping yang ada di TPA," ujarnya.
Lebih lanjut, hingga kini tercatat jumlah guru mengaji di TPA sebanyak 1,452 orang, dengan jumlah santri 17.337 tentu pendampingan dari tenaga pendidik yang memiliki kapasitas SDM yang memenuhi sangat dibutuhkan. Pelatihan seperti diklat adalah metode menambah wawasan oleh karena itu saya meminta kepada peserta untuk dapat melakukan komunikasi Efektif sehingga ilmu yang di terima bisa di terapkan kepadanya.
"Saya harapkan semua ilmu
yang diperoleh dapat mengaplikasi kan ilmu dan pengetahuan terutama pada aspek
sistem baca tulis Al Qur'an yang baik dan benar pada TPAnya masing-masing,"
pungkasnya. (sep/FN)